Meninggalkan Tanda di Alam Semesta

Saya sangat mensyukuri pekerjaan yang saya jalani saat ini, seorang inspirator. Saya merasa beruntung karena sering bertemu dengan orang-orang yang menarik.  Saya bertemu dengan mahasiswa yang cerdas, pengusaha yang visioner, CEO yang handal, guru hebat,  karyawan terbaik, artis, serta komisaris yang terus ingin perusahaannya tumbuh dan beranak pinak. Dalam setiap pertemuan dengan mereka, selalu ada sesuatu yang bisa dipelajari dan membentuk pola berpikir saya.

Diantara orang-orang yang saya temui ada yang tampak sukses dan hebat namun sebenarnya kehidupannya rapuh.  Ia seorang General Manajer (GM) di sebuah perusahaan ternama.  Ia merasa hidupnya hampa.  Rasa hormat yang ia peroleh hanya formalitas belaka.  Kehidupan berkeluarganyapun monoton dan gersang.  Ia merasa hidup sendiri dalam keramaian.  Jabatan yang lumayan tinggi dan depositonya di berbagai bank tidak cukup membuatnya bahagia.

Sampai suatu ketika, saya mengajak orang ini bertemu dengan para pengusaha kecil yang saya bina dan orang-orang miskin yang saya bimbing untuk berusaha mentas dari jurang kemiskinan. Saya ajak ia menginap di gubuk mereka, makan dan beraktifitas bersama mereka. Awalnya saya menduga dia akan menolak. Tapi ternyata dia berkenan menginap bahkan saya merasa ia sangat menikmati kunjungan itu. Keesokan harinya kami berpisah.  Sebelum berpisah dengan saya ia mengatakan “mas sekarang saya sudah mulai menemukan kunci kebahagiaan dan tunggu enam bulan dari sekarang saya akan datang menemui mas Jamil dengan kehidupan yang lebih bahagia.” Tanpa menjelaskan apa makna pernyataannya itu, ia pergi meninggalkan saya.

Enam bulan kemudian, ia menepati janjinya.  Dengan wajah yang sumringah dan pancaran mata yang bersinar ia menyodorkan sebuah kertas yang berisi tulisan: Oprah Winfrey melakukan ekspirimen kepada pemirsanya pada tahun 1997. Dia meminta permisanya tersebut untuk menggunakan uang sebesar $1000 yang seharusnya mereka akan gunakan untuk liburan. Sebagai gantinya uang itu digunakan untuk meringankan beban orang lain, apapun itu. Bisa untuk menyekolahkan anak yang tidak mampu, membelikan obat, memberi makan, apapun boleh selama bisa memberikan manfaat kepada penerimanya. Hal ini dilakukan ketika masa liburan.

Dan setelah masa liburan berakhir, Oprah mengundang mereka untuk tampil pada acaranya dan menceritakan pengalaman yang mereka peroleh pada masa liburannya. Ternyata semua mengatakan bahwa mereka belum pernah merasa lebih bahagia, lebih bermakna, dan apa yang diperoleh dengan $1000 yang mereka berikan pada orang lain itu jauh melebihi kebahagiaan yang mungkin akan diperoleh apabila mereka habiskan untuk berlibur.

Usai membaca tulisan itu saya bertanya, “apa ini maknanya buat Anda dan saya?” Dengan penuh gairah ia menjelaskan, “ternyata kunci kebahagiaan itu bukan hanya melipahnya harta yang kita miliki, bukan pula tingginya kekuasaan yang bisa kita gunakan.  Namun, seberapa jauh harta dan kekuasaan yang kita miliki itu memberi makna dan manfaat untuk orang-orang di sekitar kita.”

Dari obrolan selanjutnya dengan lelaki cerdas itu, saya memperoleh pelajaran bahwa kebahagiaan terwujud ketika Anda memulai sesuatu yang tidak akan berakhir meskipun hidup Anda telah berakhir.  Itu semua bisa terjadi tatkala keberadaan Anda memberi makna untuk orang-orang di sekitar Anda. Hidup bukanlah hanya tentang diri dan keluarga Anda semata.  Hidup juga tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain. Berilah perhatian pada orang lain. Renungkanlah kontribusi apa yang akan Anda berikan hari ini untuk orang-orang di sekitar Anda? Kebaikan apa yang akan Anda tawarkan hari ini? Penyakit sosial apa yang akan Anda sembuhkan?

Orang-orang besar dunia yang tercatat dalam sejarah, ternyata mereka meninggalkan tanda di alam semesta. Hidupnya bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.  Mereka berpikir bagaimana agar kehidupan di dunia ini jauh lebih mudah, lebih cepat, lebih sehat, lebih sejahtera, lebih damai, dan lebih bermartabat. Itulah tanda yang mereka tinggalkan.  Mereka telah tiada, namun namanya tetap ada di alam semesta.  Saya jadi teringat ucapan Mel Gibson dalam film Braveheart: “Setiap orang akan mati.  Tapi hanya sedikit dari kita yang akan terus hidup.” Mereka yang tetap hidup adalah mereka yang meninggalkan tanda di alam semesta. Semoga Anda termasuk di dalamnya.

Salam SuksesMulia, Jamil Azzaini.

Bookmark and Share

6 thoughts on “Meninggalkan Tanda di Alam Semesta

  1. Pingback: margarita machine or a blender

  2. Pingback: drupal tutorial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s